PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meresmikan Masjid Al Kastoeri yang terletak di Jalan Sri Sejahtera, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Senin (9/2/2026). Peresmian masjid megah tersebut atas hibah dari mantan Wakapolri Komjen (Purn) Gatot Eddy Pramono, yang datang ke Pekanbaru bersama sejumlah jenderal setelah menyelesaikan kegiatan touring dari Jakarta.
Dalam sambutannya, Agung menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas berdirinya Masjid Al Kastoeri yang dinilai memiliki nilai pembangunan lebih dari Rp10 miliar. Ia mengakui, dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemko Pekanbaru akan sulit membangun masjid semegah itu.
“Atas nama Pemko Pekanbaru dan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Rumbai Barat, kami mengucapkan terima kasih atas hibah masjid yang diberikan oleh Komjen (Purn) Gatot Eddy Pramono. Ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak perubahan sosial dan perekonomian masyarakat,” katanya.
Agung menyinggung pandangan lama yang kerap melekat pada wilayah Rumbai Barat sebagai kawasan pinggiran kota. Kehadiran Masjid Al Kastoeri menjadi bukti bahwa Rumbai Barat kini memiliki fasilitas keagamaan yang tidak kalah megah dibandingkan kawasan lain di Pekanbaru.
Pada kesempatan tersebut, Agung secara resmi menetapkan Masjid Al Kastoeri sebagai Masjid Paripurna Kota Pekanbaru. Dengan penetapan ini, jumlah masjid paripurna di Pekanbaru menjadi tiga, yakni Masjid Al Firdaus di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Masjid Ar Rahman, dan Masjid Al Kastoeri.
Bahkan, Agung menyebut Masjid Al Kastoeri memiliki ukuran dan kemegahan yang lebih besar dibandingkan Masjid Ar Rahman.
Masjid Al Kastoeri juga direncanakan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Safari Ramadan Pemko Pekanbaru pada bulan Ramadan tahun ini. Selain itu, bangunan pendukung yang berada di belakang masjid akan difungsikan sebagai rumah tahfiz Alquran.
“Kami akan memastikan bangunan tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukannya sebagai rumah tahfiz. Kami berharap tempat ini mampu melahirkan generasi yang fasih dan lurus dalam membaca Alquran," pungkasnya.

